Penyuluhan Budidaya Bawang Putih LPPM IPB Mendukung Progam Nasional Swasembada Bawang Putih Tahun 2021
Penyuluhan Budidaya Bawang Putih LPPM IPB Mendukung Progam Nasional Swasembada Bawang Putih Tahun 2021
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University menyelenggarakan penyuluhan budidaya bawang putih dengan tema upaya menyeragamkan pertunasan bibit bawang putih. Kegiatan dilaksanakan di Kantor UPTD Pertanian Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal pada Rabu, 27 November 2019 dengan diikuti oleh 32 petani dan 4 orangpetugas penyuluh lapang (PPL).
Acara penyuluhan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pertanian dan Tanaman Pangan Ir. Nur Udi Setiawan “Kabupaten Tegal merupakan salah satu kabupaten sentra penghasil bawang putih di Indonesia, walaupun luas lahan potensial bawang putih di Kab. Tegal hanya sekitar 500 ha. Luas tanam bawang putih di Kab. Tegal sampai bulan November 2019 seluas 185 ha dan luas panen 160 ha dengan produktivitas 7.43 ton/ha. Tanaman bawang putih di Tegal yang dipanen pada bulan Juni-September 2019 memiliki produktivitas rata-rata 8.5 ton/ha, bahkan untuk tanaman yang pemeliharaannya baik memliki produktivitas rata-rata 12-15 ton/ha untuk Varietas Lumbu Hijau dan Sangga Sembalun. Diharapkan ada teknologi budidaya bawang putih yang dapat disosialisaikan kepada petani untuk peningkatan produksi” ujar Kepala Bidang Pertanian dan dan Tanaman Pangan Kab. Tegal.
[masterslider id=”430″]
Kegiatan penyuluhan budidya bawang putih merupakan rangkaian kegiatan Stasiun Lapang Agrokreatif (SLAK) di Kabupaten Tegal. Kegiatan ini dalam rangka mendukung program nasional swasembada bawang putih tahun 2021 dan mengembalikan kejayaaan bawang putih di Kecamatan Bojong di era 1990 an. Kegiatan ini bertujuan mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi petani yaitu ketidakseragaman pertumbuhan bibit, karena hal tersebut sangat mengganggu proses budidaya bawang putih dari pemeliharaan hingga panen dan produksi menjadi rendah. Dengan keseragaman pertumbuhan bibit diharapkan bawang putih dapat dipanen secara bersamaan dan produksi yang tinggi.
Kegiatan penyuluhan ini menghadirkan narasumber pakar bawang putih dari IPB university Prof. Sobir. Pemateri memberikan trik kepada petani supayamerendaman bibit bawang putih selama semalam atau perlakuan dengan perendaman plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) selama 10-15 menit. Perendaman dilakukan setelah umbi dipocel. Setelah itu segera dilakukan penanaman dan yang harus dilakukan yaitu pengairan atau irigasi secara terus menerus untuk mendukung pertumbuhan bibit bawang putih. Selain itu Prof Sobir juga menganjurkan untuk memilah umbi besar, kecil, dan rusak. Pemilihan tersebut sebaiknya dilakukan ketika panen di lahan untuk melihat peforma tanaman. Umbi yang besar untuk ditanam kembali sebagai benih, karena umbi yang besar mampu menghasilkan produksi yang tinggi.
[button text=”Unduh Berita” url=”http://dri.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2019/12/Budidaya-Bawang-Putih-LPPM-IPB-Mendukung.pdf” size=”middle” type=”colored” text_color=”#fff” mouseover_text_color=”#000″ bg_color=”#14b3e4″ bg_transparent=”0″ mouseover_bg_color=”” mouseover_bg_transparent=”1″ border_color=”” border_color_transparent=”1″ mouseover_border_color=”#000″ mouseover_border_color_transparent=”0″ sc_id=”sc1227507908482″]