DRI IPB

Peternak Lamongan Ingin LPPM IPB Hadirkan SPR di Kabupaten Lamongan

Berita / Warta LPPM

Peternak Lamongan Ingin LPPM IPB Hadirkan SPR di Kabupaten Lamongan

Semangat para peternak rakyat Lamongan terlihat luar biasa tinggi dalam acara Rapat Kerja Perdana Paguyupan Peternak Lamongan (Pagupela) di Pacet Mojokerto 23-24 November 2019. Sangat beralasan karena mereka berkumpul pertama kali dalam suasana penuh harap untuk berubah ke arah yang lebih baik dan lebih baik lagi. Acara yang dimotori Moh. Nuryanto penduduk Sukorame Kabupaten Lamongan dihadiri unsur pemerintah kabupaten, unsur perguruan tinggi (IPB University), unsur Komunitas Sosiobisnis asal Kediri, dan peternak itu sendiri, dengan total yang hadir sekitar 60 orang.

Peternak Lamongan yang bertetangga dengan Bojonegoro belajar dari kegiatan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang telah didirikan oleh LPPM IPB dan berjalan sejak tahun 2014. Para peternak yang mengikuti pembelajaran partisipatif melalui SPR IPB mengalami banyak perubahan mendasar dalam hal pola pikir dan wawasan bisnis kolektifnya. Mereka berkeyakinan bahwa peternak Lamongan bisa seperti itu jika diberi pemahaman yang baik melalui SPR.

PAGUPELA yang merupakan kumpulan para peternak yang telah mengikuti pelatihan peternakan dari Dinas Peternakan setempat berkeinginan untuk menjadi cikal bakal berdirinya SPR IPB di kabupaten Lamongan. Mereka membentuk paguyuban tersebut sebagai awal dari keinginan untuk bisa berubah seperti peternak tetangganya di Bojonegoro.

Peternak-Lamongan-Ingin-LPPM-IPB-Hadirkan-SPR-di-Kabupaten-Lamongan

Menghadirkan Prof. Muladno sebagai pencetus gerakan sosial Sekolah Peternakan Rakyat IPB, para peternak memperoleh gambaran yang gamblang tentang SPR. Uraian selama satu jam oleh Prof Muladno meyakinkan peternak bahwa mereka merasa rugi jika tidak mengikuti pembelajaran partisipatif di SPR. Mereka yakin bahwa hanya persatuan, kekompakan, dan militansi peternak rakyat yang membuat mereka bisa kuat. Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan juga sependapat tentang perlunya didirikannya SPR di Lamongan.

Pentingnya mengikuti SPR juga diyakinkan dengan hadirnya komunitas sosiobisnis asal Kediri yang juga pengurus pusat Perkumpulan Solidaritas Alumni SPR Indonesia di perhelatan besar tersebut. Menurut penuturan para anggota komunitas tersebut, SPR terbukti telah mengubah pola pikir peternak dalam sikap dan tindakannya. Peternak sangat mudah diajak berpikir maju dan bersemangat untuk berubah ke arah yang lebih profesional.

Drh Suparto sebagai juara nasional program Sarjana Membangun Desa (SMD) dan drh Wahyu praktisi kesehatan hewan berbagi pengalaman juga dengan para peternak PAGUPELA. Dua pembicara tersebut juga berharap SPR dapat segera diterapkan di Lamongan. Disarankan agar para peternak untuk mengkomunikasikannya dengan anggota DPRD Lamongan untuk memperoleh dukungan politisnya. Bagaimanapun juga SPR ini kebutuhan mendasar peternak yang ingin maju dan terus berkembang.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh peternak PAGUPELA di Lamongan, Para petenak berharap LPPM IPB dapat mendirikan SPR di Kabupaten Lamongan. Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, telah ada 39 SPR yang tersebar di 22 kabupaten di 11 provinsi. Selamat berkreasi dan terus perkuat soliditas peternak Lamongan melalui PAGUPELA. Semoga dapat segera bergabung ke SPR IPB. (Mul)

[button text=”Unduh Berita” url=”http://dri.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2019/11/Peternak-Lamongan-Ingin-LPPM-IPB-Hadirkan-SPR-di-Kabupaten-Lamongan.pdf” size=”middle” type=”colored” text_color=”#fff” mouseover_text_color=”#000″ bg_color=”#14b3e4″ bg_transparent=”0″ mouseover_bg_color=”” mouseover_bg_transparent=”1″ border_color=”” border_color_transparent=”1″ mouseover_border_color=”#000″ mouseover_border_color_transparent=”0″ sc_id=”sc910008516826″]