Bupati Wonogiri Gandeng IPB Bangun Pertanian dan Lingkungan
Bupati Wonogiri Gandeng IPB Bangun Pertanian dan Lingkungan
Bupati Wonogiri Joko Sutopo menawarkan pada IPB untuk ikut serta dalam menuntaskan permasalahan pertanian, peternakan, dan kerusakan lingkungan di Kabupaten Wonogiri. IPB diharapkan dapat mendorong aktitivitas pertanian yang masih bersifat tradisional dan rendahnya pemahaman terhadap pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menuju pertanian yang efisien dan efektif agar lebih menguntungkan. Wonogiri menurutnya juga sedang menghadapi tantangan dalam pengembangan peternakan modern dan kerusakan lingkungan yang berdampak pada meningkatnya laju pendangkalan pada waduk Gajah Mungkur.
Berbicara ketika menerima 98 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB dan 47 mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang akan melaksanakan KKN di Kabupaten Wonogiri (18/06), Bupati Joko Sutopo menyampaikan bahwa peran IPB harus terus didorong dalam bentuk kegiatan lain untuk membantu pemda Wonogiri. “Selama 3.5 tahun terakhir pemda telah membangun pertanian dan cukup berhasil yang diindikasikan dengan menurunnya angka tingkat kemiskinan dari 13.2% menjadi 10.7%”, ujar Bupati.
[masterslider id=”352″]
Kegiatan KKNT ini akan sangat membantu Kabupaten Wonogiri dalam upaya mendorong pertanian dan peternakan yang efisien, efektif, modern dan lebih menguntungkan, serta upaya mitigasi pendangkalan waduk Gajah Mungkur. Untuk mendorong hadirnya kegiatan IPB lainnya, Bupati Joko Sutopo akan mengagendakan pertemuan khusus antara LPPM IPB dengan pemerintah kabupaten Wonogiri.
Hadir dalam acara ini Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Penelitian Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, MSc, Koordinator wilayah KKNT IPB Dr. Ir. Ninuk Purnaningsih, M.Si, dan Dosen Pembibing Lapangan KKNT Kabupaten Wonogiri Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS. Prof Agik memberikan masukan terkait hilirisasi model inovasi IPB yang sudah didesiminasi di berbagai daerah di Indonesia, diantaranya Sekolah Peternakan Rakyakt (SPR), Komunitas Estate Padi (KEP), dan kehutanan terpadu sebagai respon terhadap keinginan bupati tersebut.
Tantangan Bupati Joko Sutopo ini merupakan peluang bagi IPB untuk berbagi peran dan tanggungjawab dalam mendeseminasikan hasil penelitian dan inovasi kepada masyarakat di Kabupaten Wonogiri. LPPM IPB akan segera merespon tantangan tersebut dengan membentuk Tim Pakar yang selama ini sudah teruji dedikasinya di lapangan. (asp/rdi)
[button text=”Unduh Berita” url=”http://dri.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2019/06/Bupati-Wonogiri-Gandeng-IPB-Bangun-Pertanian-dan-Lingkungan.pdf” size=”middle” type=”colored” text_color=”#fff” mouseover_text_color=”#000″ bg_color=”#14b3e4″ bg_transparent=”0″ mouseover_bg_color=”” mouseover_bg_transparent=”1″ border_color=”” border_color_transparent=”1″ mouseover_border_color=”#000″ mouseover_border_color_transparent=”0″ sc_id=”sc1137545088262″]