DRI IPB

65 Ilmuwan Perkuat Kerja Sama Riset

Warta IPTEK

65 Ilmuwan Perkuat Kerja Sama Riset

65 Ilmuwan Perkuat Kerja Sama Riset

 

JAKARTA – International Summit 2010 yang mempertemukan 65 ilmuwan Indonesia berakhir dengan komitmen akan memperbanyak kerja sama riset untuk pembangunan dan kesejahteraan Indonesia.

Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) Nasir Tamara mengatakan, pertemuan ini bersejarah sebagai ajang inisiasi antara ilmuwan Indonesia di luar negeri dan para akademisi, pengusaha, hingga Pemerintah Indonesia. Para ilmuwan akan mengaplikasikan hasil temuannya untuk pembangunan Indonesia di berbagai sektor.

Menurut Nasir, pertemuan yang berakhir kemarin menghasilkan poin penting yakni membuat suatu kerja sama atau penelitian bersama sesuai bidang terkait antara ilmuwan dari dalam dan luar negeri. “Kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri di Indonesia akan ditingkatkan agar ilmu dan pengetahuan para ilmuwan yang tersebar di seluruh penjuru dunia ini dapat memajukan kehidupan bangsa,” ungkapnya di Jakarta.

Nasir mengungkapkan, 11 kluster keilmuan kemarin telah selesai diseminarkan dan siap untuk dielaborasikan dengan berbagai pihak di Tanah Air. Kluster-kluster itu yakni kedokteran dan bioteknologi, energi, informatika dan elektronik, pendidikan, pengembangan wilayah dan lingkungan, rekayasa industri dan robotika, ilmu sosial, humaniora dan ilmu kemanusiaan, percepatan pembangunan ekonomi, inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta teknologi dan ketahanan pangan.

Output dari sidang kluster pendidikan ialah meminta pihak terkait untuk mengkaji ulang ataupun merombak mekanisme dan sistem pendidikan di Indonesia melalui pendidikan karakter dan sarana prasarana pendidikan tinggi. “Setiap insan negara yang memperoleh pendidikan dengan sistem baru ini bukan hanya memiliki kecerdasan dalam ilmu pengetahuan, namun juga memiliki kecerdasan emosional dalam arti memiliki kepekaan hati nurani serta beretika,” ungkapnya. Untuk kluster energi yakni menghasilkan struktur roadmap pengembangan energi terbarukan dan ketenagalistrikan di Indonesia.

Sementara hasil yang diminta dari sidang humaniora yakni sinergi antara etika dan teknologi dengan memberi nuansa humanistik pada ilmu sains, menggali nilai keagamaan, keindonesiaan, dan kemanusiaan agar masyarakat dapat hidup harmonis dalam perbedaan. Sementara dalam sidang kluster informasi dan elektronika terkait pengembangan kerja sama institusi Indonesia menyepakati hasil risetnya akan diarahkan untuk kepentingan bangsa. Untuk inovasi iptek, kata dia, ada rekomendasi kepada pemerintah tentang pengembangan SDM Indonesia menuju terciptanya First-Class Scientific Communitydi masa mendatang.

Sementara dalam bidang kedokteran yakni identifikasi peluang-peluang yang besar di bidang kesehatan dan bioteknologi serta meningkatkan keterampilan, keahlian, dan profesionalitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penelitian, dan pertukaran ilmuwan. Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal berharap para ilmuwan Indonesia dapat membuat nama Indonesia bisa dikenal sebagai bangsa yang dihargai dalam bidang keilmuan.

“Kami juga punya aset 55.000 mahasiswa yang kini sedang belajar di luar negeri. Dalam 10-15 tahun mendatang kita akan memiliki banyak ilmuwan handal,” ujar Fasli.

Sumber : SINDO//mbs; OkeZone