102 Inovasi Indonesia 2010
102 Inovasi Indonesia 2010
| 102 Inovasi Indonesia 2010 | |
|---|---|
Paparan Program 102 Inovasi Indonesia – 2010 untuk peneliti dan inovator sekawasan puspiptek diselenggarakan atas kerjasama Business Innovation Center (BIC) dengan PUSPIPTEK dalam bentuk Ceramah dan diskusi. Acara diselenggarakan di gedung 1001 Graha Widya Bhakti dengan tajuk “memilih 102 karya inovasi paling prospektif” dari seluruh penjuru tanah air, dan hasilnya nanti akan di terbitkan dalam bentuk buku “102 Inovasi Indonesia”. Diharapkan dapat diiluncurkan bertepatan dengan HAKTEKNAS tahun 2010. Seluruh inovator yang tampil dalam “102 Inovasi Indonesia” ini, sekaligus akan menjadi kontributor bagi “Database Inovasi Indonesia”. Database ini merupakan subjek dari “bursa kerjasama inovasi” antara dunia litbang dan dunia Industri kita agar terjalin sinergi yang komprehensif. Perlunya berinovasi tidak lepas dari kondisi komoditas ekspor kita yang masih didominasi produk-produk bahan baku atau barang setengah jadi. Padahal, jika produk tersebut diolah, selain bisa meningkatkan nilai tambah, juga akan membangkitkan industri nasional yang mampu menyerap tenaga kerja baru. Inovasi perlu dukungan aktivitas riset dan pengembangan yang sejalan dengan kebutuhan industri. Dalam buku 102 Inovasi Indonesia, nantinya akan banyak hasil inovasi yang telah dikembangkan oleh Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang, bahkan masyarakat umum, yang siap diaplikasikan di sektor produksi, baik dalam upaya meningkatkan efisiensi dalam proses poduksi, meningkatkan kualitas produk, bahkan untuk memberikan nilai tambah sumber daya alam kita dengan pengembangan produk baru. Peningkatan kemampuan inovasi merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen rencana pembangunan nasional. Berkaitan dengan itu, momentum penyusunan RPJMN 2010-2014 yang saat ini telah tersusun, diharapkan mampu mencerminkan hal-hal tersebut. Begitu pula diperlukan kematangan proses politik negara dalam menyatupadukan gerak langkah pemerintah, pelaku usaha/industri, dan akademisi/lembaga riset, terutama dalam menempatkan daya saing bangsa Indonesia pada peringkat yang lebih baik lagi. Ceramah dan diskusi pada Senin, tanggal 21 Desember 2009 tersebut dihadiri sekitar 83 peserta sebagai wakil dari laboratoria yang berada di kawasan Puspiptek, dibuka oleh kepala Puspiptek, Jeni Ruslan. Dalam sambutanya, kepala Puspiptek sangat mendukung program 102 Inovasi Indonesia dan diharapkan peran serta aktif para peneliti di Kawasan Puspiptek dalam mensukseskan penerbitan “102 Inovasi Indonesia”. Paparan dari Business Innovation Center (BIC) yang disampaikan oleh Kris Santoso dengan topik “Inovasi Menuju Komersialisasi : Peluang dan tantangan” menekankan pada kata kunci BIC, yakni“Siap menjadi Intermediator peneliti dengan Pebisnis/Pengusaha”. Sementara Haryanto Salim menyampaikan seputar Tata cara pengisian “102 inovasi database BIC” melalui internet. Tak lupa ajakan agar para peneliti memasukkan data base riset dan inovasi ke website BIC untuk dicarikan investor yang dapat membiayai program inovasi perekayasa di lontarkan pula oleh Haryanto Salim. Dipenghujung Diskusi disampaikan oleh TIM BIC bahwa dengan mengikuti pemilihan “102 Inovasi Paling Prospektif 2010”, akan secara otomatis terdaftar menjadi anggota BIC, dan bisa memanfaatkan layanan intermediasi BIC untuk menemukan investor bagi karya inovasi tanpa batasan waktu, juga dapat meminta jasa bantuan profesional BIC untuk mempromosikan karya inovasi yang dihasilkan. Buku “102 Inovasi Indonesia” akan disebarluaskan ke seluruh Indonesia, termasuk ke semua provinsi, kabupaten, asosiasi bisnis, universitas negeri, serta kantor perwakilan Indonesia di seluruh dunia.Karya inovasi tersebut, direncanakan akan mendapat piagam resmi dari Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia di Puncak Acara Hakteknas 2010. Sumber : puspiptek/humasristek |
|