Home / Berita / Animal Stem Cell : klaster riset baru di IPB

Animal Stem Cell : klaster riset baru di IPB

Foto rapat klaster riset stem cell

Klaster Riset baru di IPB, Stem Cell mengadakan rapat pertama pada hari Kamis, 11 Desember 2014 di Ruang Sidang Pola Gedung Andi Hakim Nasoetion.

Rapat dipimpin oleh Wakil Rektor bidang Riset dan Kerjasama, Prof. Dr. Anas M. Fauzi dan dihadiri oleh peneliti IPB yang sudah berpengalaman pada bidang ini, yaitu Prof. Dr. Arief Budiono, Dr. Sri Estuningsih, Dr. Ni Luh Putu Ika Mayasari, drh. Kusdiantoro Muhammad, M.Si., dan drh. Mawar Subangkit, M.Si. dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH); Dr. Katrin Roosita dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA); Dr. Berry Juliandi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA); dan Indah Wijayanti, M.Si. dari Fakultas Peternakan (FAPET) serta Prof. Dr. Iskandar Z. Siregar. Rapat ini dilakukan sebagai langkah awal bertemunya para peneliti terkait stem cell sehingga antar anggota tim bisa sharing pengalaman penelitian yang berbeda-beda tentang stem cell dan membahas langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh tim.

Ketua klaster riset stem cell, Prof. Dr. Arief Budiono menyatakan bahwa fokus riset klaster ini adalah hewan, bukan manusia. Hewan dipilih karena penelitian stem cell pada manusia sudah banyak dilakukan dan beresiko besar karena berhubungan erat dengan embrionik dan kepercayaan (religi), serta peraturan penelitian stem cell pada manusia belum ada. Beliau menegaskan, penelitian dan pengembangan stem cell pada hewan mempunyai peluang besar karena di Indonesia belum ada peneliti yang fokus pada riset stem cell hewan. Serta banyaknya peminat hewan bisa dijadikan sasaran hasil produk klaster riset stem cell.

Prof. Dr. Arief Budiono menyampaikan cita-cita IPB ke depan, yaitu IPB sebagai icon ANIMAL STEM CELL di Indonesia, karena IPB akan menjadi peneliti pertama stem cell pada hewan. Untuk mendukung cita-cita tersebut, Prof. Dr. Iskandar Z. Siregar seselaku Direktur Riset dan Inovasi meminta kepada tim klaster riset untuk segera menyusun white paper sebagai acuan mengerjakan program ke depan, selain itu Prof. Dr. Anas M. Fauzi juga meminta agar anggota tim menyusun proposal penelitian kecil sesuai bidang yang mereka minati, kemudian proposal kecil-kecil tersebut disatukan menjadi proposal besar dan digunakan untuk mengajukan pendanaan. (Nani)

Pertemuan dengan Mr. Marc Baril : Membawa Inovasi IPB hingga Kanada
Komersialisasi dan Rencana Inisiasi Kerjasama Riset Tanaman Palma atau Palem