Home / Berita / Bersama Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia (ASKII) membangun kemandirian Indonesia

Bersama Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia (ASKII) membangun kemandirian Indonesia

Foto Pengurus

Indonesia memiliki peluang menjadi Negara yang berdaya saing berbasis pengembangan kekayaan intelektual. Hal ini didasarkan pada dua alasan, yakni; Pertama, keberadaan sumber daya manusia yang sangat besar; Kedua, kekayaan budaya yang sangat beraneka ragama. Namun demikian, pengembangan kekayaan intelektual yang akan menciptakan Indonesia sebagai Negara yang berdaya saing ini harus didukung oleh pemenuhan beberapa persyaratan. Pemenuhan persyaratan tersebut di antaranya adanya dorongan optimalisasi peran institusi pendidikan, khususnya perguruan tinggi dan institusi riset dan pengembangan yang menjalankan aktivitas riset berkualitas dengan ditopang oleh sentra kekayaan intelektual (unit pengelolaan kekayaan intelektual) yang handal dan profesional. Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki kira-kira 120 sentra kekayaan intelektual yang ada di institusi perguruan tinggi, kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga penelitian dan pengembangan (litbang). Sentra kekayaan intelektual tersebut, dalam kenyataannya telah mampu berperan untuk meningkatkan aktivitas riset yang berkualitas dan teraplikasikan di dalam masyarakat, khususnya masyarakat industri. Bukti nyata dari hal tersebut telah cukup banyak sentra kekayaan intelektual mendorong hasil riset di perguruan tinggi, kementerian, lembaga dan pemerintahan daerah agar dapat memiliki kekayaan intelektual, khususnya paten dan hilirisasi paten ke dalam kegiatan industri.

Menyadari kenyataan tersebut di atas, pada tanggal 30 Oktober 2017 seluruh sentra kekayaan intelektual Indonesia telah bersepakat dan berkomitmen untuk meningkatkan peranannya dalam hal mendukung aktivitas riset yang menghasilkan kekayaan intelektual melalui Pembentukan Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia yang disingkat ASKII, dan Sentra Kekayaan Intelektual Institut Pertanian Bogor (IPB) termasuk menjadi salah satu pendiri awal. Untuk merealisasikan harapan ini, ASKII telah menetapkan visi menjadi institusi terpercaya, profesional, responsif, dan mandiri dalam pengelolaan kekayaan intelektual, sedangkan misinya (1) Mewujudkan suatu perubahan yang lebih baik dan ikut berperan serta dalam pembangunan bangsa dan Negara; (2) Berperan dalam bidang kekayaan intelektual baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam implementasinya yang dipengaruhi oleh elemen-elemen di luar pemerintah; (3) Mewujudkan sistem perlindungan kekayaan intelektual bagi sentra kekayaan intelektual dan masyarakat yang efektif dan efisien; (4) Mewujudkan tata kelola kekayaan Intelektual di sentra kekayaan intelektual Indonesia dan masyarakat yang profesional.

ASKII sendiri telah menetapkan tujuan pendirianya untuk (1) Mendorong berkembangnya pengelolaan kekayaan intelektual yang akan berpengaruh kepada pembangunan nasional; (2) Memfasilitasi keinginan dan potensi masyarakat pada program pembangunan nasional terkait dengan kekayaan intelektual untuk pemberdayaan masyarakat; (3) Mempertahankan dan menghidupkan kembali nilai-nilai keluhuran komunal masyarakat bangsa dan negara terkait dengan kekayaan intelektual; (4) Mengembangkan tata kelola kekayaan Intelektual di sentra kekayaan intelektual Indonesia dan masyarakat yang profesional; dan (5) Meningkatkan peran sentra kekayaan intelektual Indonesia dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

Saat ini ASKII telah terbentuk dengan struktur kelembagaan terdiri dari; Ketua Umum, Sekretaris dan Wakil Sekretaris, Bendahara dan Wakil Bendahara, Ketua Bidang I (Kebijakan dan Advokasi), Ketua Bidang II (Keorganisasian dan Keanggotaan), Ketua Bidang III (Pengembangan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual), Ketua Bidang IV (Publikasi dan Teknologi Informasi), Ketua Bidang V (Kerjasama dan Koordinasi Wilayah). Di samping struktur di atas ASKII memiliki tiga koordinator wilayah, yakni Wilayah Barat, Wilayah Tengah, dan Wilayah Timur.

Sumber: Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Indonesia (ASKII)

IPB menjadi Anggota Technology and Innovation Support Center (TISC) WIPO
Teaching and Mentoring Student Publishing for Publication Clinic Team of IPB